Kantor Rumah Ilmu

Somewhere on Earth.

Ruang Rapat Rumah Ilmu

Somewhere on the Earth.

Ruang Press Conference Rumah Ilmu

Somewhere on Earth.

PLBN Motaain

Kab Belu NTT

Senin, 31 Maret 2025

Langkah-Langkah Migrasi dari Blogspot ke domain .com atau domain lain

 Migrasi dari Blogspot ke domain .com atau domain lain memerlukan beberapa langkah penting agar semua konten tetap aman dan SEO tidak terpengaruh. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Beli Domain Baru

  • Pilih dan beli domain dari penyedia seperti Niagahoster, Namecheap, GoDaddy, Google Domains, atau lainnya.

  • Pastikan domain yang dipilih sesuai dengan branding blog Anda.

2. Hubungkan Domain ke Blogspot

  • Masuk ke Dashboard BloggerSetelanPublikasiDomain Kustom.

  • Masukkan domain yang sudah dibeli, contoh: www.namadomain.com.

  • Blogger akan memberikan CNAME dan A Record yang perlu dikonfigurasi di penyedia domain.

3. Konfigurasi DNS di Penyedia Domain

  • Masuk ke akun penyedia domain Anda.

  • Tambahkan CNAME Record dan A Record sesuai dengan yang diberikan Blogger:

    • CNAME: Host www dengan target ghs.google.com

    • A Record (alamat IP Google):

      216.239.32.21 216.239.34.21 216.239.36.21 216.239.38.21
  • Simpan perubahan dan tunggu propagasi DNS (biasanya 30 menit – 24 jam).

4. Aktifkan HTTPS

  • Setelah domain terhubung, masuk ke Dashboard BloggerSetelanHTTPS.

  • Aktifkan opsi Arahkan ke HTTPS agar pengunjung selalu menggunakan koneksi aman.

5. Redirect URL Lama ke Domain Baru

  • Blogger otomatis akan mengarahkan namablog.blogspot.com ke www.namadomain.com.

  • Pastikan Redirect aktif di setelan Blogger.

6. Periksa dan Perbaiki Link Internal

  • Jika ada link internal yang masih mengarah ke blogspot.com, perbarui ke domain baru.

  • Bisa dilakukan manual atau dengan bantuan plugin di WordPress (jika migrasi ke WP).

7. Daftarkan Domain Baru ke Google Search Console

  • Google Search Console: Tambahkan properti baru untuk domain baru agar Google mengenali perubahan ini.

  • Google Analytics: Perbarui alamat domain di Google Analytics untuk melacak trafik dengan benar.

8. Periksa SEO dan Trafik

  • Pastikan tidak ada broken link menggunakan Google Search Console atau alat seperti Screaming Frog.

  • Periksa apakah halaman terindeks dengan baik di Google.


Tambahan: Jika Migrasi ke WordPress

  • Jika Anda juga ingin migrasi dari Blogger ke WordPress, ekspor konten dari Blogger dan impor ke WordPress menggunakan plugin Blogger Importer Extended.

Jika butuh bantuan lebih lanjut, saya bisa membantu dengan lebih detail!

Senin, 24 Maret 2025

Membangun Pariwisata Berbasis Komunitas dan Gotong Royong di Sumba Barat Daya

 Oleh

Dr.drh.Petrus Malo Bulu, MVSc


Sumba Barat Daya adalah salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kekayaan wisata luar biasa, mulai dari rumah adat yang unik, danau yang menenangkan, pantai eksotis, hingga air terjun yang menawan. Selain itu, kegiatan adat seperti Pasola menjadi daya tarik budaya yang mampu memikat wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun, potensi luar biasa ini belum sepenuhnya memberikan dampak ekonomi maksimal bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, membangun pariwisata berbasis komunitas dengan semangat gotong royong menjadi langkah strategis yang harus diterapkan.

Pariwisata berbasis komunitas adalah pendekatan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata di daerahnya. Dengan sistem ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek yang aktif berperan dalam pengelolaan wisata. Gotong royong menjadi nilai fundamental dalam sistem ini, karena hanya dengan kerja sama dan kebersamaan, masyarakat dapat menciptakan destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua.

Salah satu cara mewujudkan konsep ini di Sumba Barat Daya adalah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes dapat berperan dalam mengelola objek-objek wisata secara profesional, mulai dari penyediaan fasilitas, promosi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Misalnya, pengelolaan tiket masuk ke lokasi wisata bisa dilakukan oleh BUMDes, dengan hasil yang dikembalikan untuk pembangunan desa, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, BUMDes juga bisa mengembangkan usaha berbasis pariwisata seperti penginapan berbasis rumah adat (homestay), kuliner khas Sumba, hingga penyediaan suvenir hasil kerajinan lokal.

Dengan konsep gotong royong, masyarakat dapat bekerja sama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata, menyambut wisatawan dengan keramahan khas Sumba, serta memastikan bahwa nilai-nilai budaya tetap lestari tanpa kehilangan esensinya akibat komersialisasi yang berlebihan. Jika hal ini berjalan dengan baik, maka pariwisata di Sumba Barat Daya tidak hanya menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga menjadi model pariwisata berkelanjutan yang berpihak kepada masyarakat lokal.

Membangun pariwisata berbasis komunitas bukan hanya soal menarik wisatawan, tetapi tentang menciptakan ekosistem wisata yang adil, lestari, dan membawa manfaat bagi semua. Dengan BUMDes sebagai motor penggerak dan gotong royong sebagai landasan utama, Sumba Barat Daya dapat menjadi destinasi wisata yang berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.


* Penulis:  Doktor Lulusan Murdoch Australia, Dosen pada Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

NB: semua gambar di atas bukan milik saya, bersumber dari media sosial.

Rabu, 19 Maret 2025

Langkah-Langkah Membuat Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil - VCO)

 



Membuat Virgin Coconut Oil (VCO) secara alami dapat dilakukan dengan metode tanpa pemanasan (cold process) agar kandungan nutrisi tetap terjaga. Berikut adalah langkah-langkahnya:


Bahan & Peralatan:

  • Kelapa tua segar (5-6 butir kelapa dapat menghasilkan sekitar 1 liter VCO)
  • Air bersih
  • Blender atau parutan
  • Saringan halus atau kain penyaring (cheesecloth)
  • Mangkuk besar
  • Wadah kaca untuk penyimpanan

Langkah-Langkah Pembuatan

1. Memilih & Menyiapkan Kelapa

  • Pilih kelapa tua berwarna coklat, bukan kelapa muda.
  • Pecahkan kelapa dan keluarkan dagingnya menggunakan pisau atau alat serut kelapa.
  • Bilas daging kelapa dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran.

2. Memarut & Mengekstrak Santan

  • Parut daging kelapa secara halus menggunakan parutan manual atau blender dengan sedikit air hangat.
  • Masukkan parutan kelapa ke dalam mangkuk dan tambahkan air hangat (bukan air mendidih).
  • Peras parutan kelapa menggunakan kain penyaring untuk mendapatkan santan kental ke dalam mangkuk.
  • Ulangi proses perasan hingga semua sari kelapa keluar.

3. Proses Fermentasi (Pemurnian Alami)

  • Tuang santan ke dalam wadah kaca atau plastik yang bersih.
  • Diamkan di tempat hangat (suhu sekitar 27–30°C) selama 24-48 jam agar terjadi pemisahan alami.
  • Setelah fermentasi, santan akan terpisah menjadi tiga lapisan:
    • Lapisan atas: Krim kelapa
    • Lapisan tengah: Minyak kelapa murni (VCO) yang jernih
    • Lapisan bawah: Air dan sisa kelapa

4. Mengumpulkan Minyak Kelapa Murni (VCO)

  • Setelah 24-48 jam, ambil perlahan lapisan krim kelapa di bagian atas.
  • Lapisan tengah yang jernih adalah VCO murni—saring minyak ini menggunakan saringan halus atau kain penyaring untuk menghilangkan sisa partikel.

5. Penyaringan & Penyimpanan

  • Biarkan minyak yang telah dikumpulkan selama beberapa jam lagi agar sisa air atau kotoran mengendap.
  • Jika perlu, lakukan penyaringan ulang menggunakan kain halus atau kertas saring kopi.
  • Simpan dalam wadah kaca bersih dan kering.

Tips Penyimpanan:

  • Simpan VCO dalam wadah kedap udara pada suhu ruangan.
  • Hindari paparan langsung sinar matahari.
  • Jika disimpan dengan baik, VCO bisa bertahan 6 bulan hingga 1 tahun tanpa perlu disimpan di kulkas.

Metode ini menjaga kandungan nutrisi, aroma, dan manfaat kesehatan dari minyak kelapa, sehingga cocok untuk digunakan pada kulit, rambut, maupun memasak.

Jumat, 14 Maret 2025

Posisi duduk Pejabat Pemerintah dalam Mobil sesuai protokol yang benar


Alasan Pejabat Pemerintah Harus Duduk di Kursi Belakang Sebelah Kanan Sopir

Dalam standar protokoler resmi, pejabat pemerintah seharusnya duduk di kursi belakang sebelah kanan, tepat di belakang sopir. Posisi ini bukan sekadar aturan formalitas, tetapi memiliki pertimbangan mendalam dari berbagai aspek, termasuk keamanan, keselamatan, dan etika.

1. Aspek Keamanan

Keamanan menjadi prioritas utama dalam penentuan posisi duduk seorang pejabat. Beberapa alasan mengapa kursi belakang sebelah kanan adalah yang paling aman:

  • Akses cepat keluar dari kendaraan: Saat kendaraan berhenti di sisi kiri jalan (seperti dalam aturan lalu lintas banyak negara), pintu kanan belakang biasanya mengarah ke trotoar atau zona aman, bukan ke lalu lintas langsung.
  • Pengawalan lebih efektif: Posisi ini memungkinkan ajudan atau petugas keamanan duduk di kursi depan kanan atau kursi tengah kiri, memberikan perlindungan optimal.
  • Mengurangi risiko serangan: Jika terjadi ancaman seperti penembakan dari sisi jalan, pejabat memiliki perlindungan tambahan dari badan kendaraan.

2. Aspek Keselamatan

Selain ancaman keamanan, aspek keselamatan berkendara juga berperan dalam pemilihan posisi duduk:

  • Menghindari risiko kecelakaan: Berdasarkan analisis kecelakaan, posisi di belakang sopir lebih terlindungi dibandingkan kursi belakang lainnya, terutama jika terjadi tabrakan samping atau dari belakang.
  • Stabilitas saat berkendara: Duduk di belakang sopir membantu distribusi berat kendaraan lebih merata, sehingga memberikan kenyamanan lebih baik selama perjalanan.

3. Aspek Etika dan Kehormatan

Dalam tata krama protokoler dan diplomatik, posisi duduk di dalam kendaraan juga mencerminkan penghormatan terhadap pejabat yang sedang diangkut:

  • Posisi terhormat: Dalam tradisi banyak negara, kursi belakang sebelah kanan dianggap sebagai tempat duduk kehormatan bagi tamu penting, termasuk kepala negara dan pejabat tinggi.
  • Kemudahan interaksi resmi: Jika ada penumpang lain, ajudan atau tamu resmi dapat duduk di samping atau di depan, memungkinkan komunikasi yang lebih baik tanpa melanggar etika formal.


Berikut adalah penjelasan lebih rinci:
  • Prinsip Dasar:
    Tamu terhormat (pejabat dengan kedudukan lebih tinggi) biasanya ditempatkan di sebelah kanan, sesuai dengan tata tempat atau precedence. 
  • Penyesuaian:
    Jika diperlukan penyesuaian dengan tata letak gedung atau acara, tamu terhormat dapat diatur duduk di sebelah kiri. 
  • Keputusan Presiden:
    Tata urutan tempat duduk di Indonesia diatur dengan Keputusan Presiden nomor 265 tahun 1968. 
  • Pentingnya Keprotokolan:
    Pemahaman pengetahuan keprotokolan sangat penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan tugasnya dengan baik. 
  • Undang-undang Keprotokolan:
    Undang-undang nomor 9 tahun 2010 tentang keprotokolan mengatur tentang tata tempat, yaitu pengaturan tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintahan, dan perwakilan negara asing. 
  • Pejabat Negara:
    Pejabat negara adalah pimpinan dan anggota lembaga negara yang diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan pejabat negara yang ditentukan dalam Undang-Undang. 
  • Contoh:
    Dalam hal kedatangan dan kepulangan, orang yang paling dihormati selalu datang paling akhir dan pulang paling dahulu. 
  • Jajar Kehormatan:
    Jajar kehormatan orang yang paling dihormati harus datang dari arah sebelah kanan dari pejabat yang menyambut. 

Kesimpulan

Pemilihan kursi belakang sebelah kanan bagi pejabat pemerintah bukanlah keputusan sembarangan, melainkan hasil dari pertimbangan matang yang mencakup keamanan, keselamatan, dan etika. Posisi ini memberikan perlindungan maksimal, memastikan kemudahan dalam protokol keluar-masuk kendaraan, serta mencerminkan status dan kehormatan pejabat yang bersangkutan. Oleh karena itu, standar ini harus terus dijunjung dalam praktik protokoler pemerintahan.


Patikan Kebo atau Euphorbia Hirta: Tanaman Herbal Serbaguna dengan Beragam Manfaat Kesehatan

 


Euphorbia Hirta yang dikenal oleh masyarakata Indonesia dengan nama Patikan Kebo, atau juga yang lebih dikenal sebagai tanaman asma, adalah tumbuhan herbal luar biasa dengan reputasi panjang dalam pengobatan tradisional. Berasal dari daerah tropis, tanaman kecil ini telah digunakan di berbagai budaya karena khasiat terapeutiknya yang beragam. Dengan manfaat kesehatan yang luas, didukung oleh pengetahuan tradisional dan penelitian ilmiah yang terus berkembang, Euphorbia Hirta menjadi salah satu pengobatan alami yang bernilai tinggi. Dalam artikel ini, kita akan membahas manfaatnya, kegunaan tradisional, serta cara menggunakannya dengan aman dalam rutinitas kesehatan Anda.

Manfaat Kesehatan Utama Euphorbia Hirta

Mendukung Kesehatan Pernapasan

Euphorbia Hirta terkenal karena efektivitasnya dalam mengatasi gangguan pernapasan seperti asma, bronkitis, dan batuk kronis. Sifat bronkodilator alami dalam tanaman ini membantu melemaskan otot-otot bronkus, meningkatkan aliran udara, serta meredakan kesulitan bernapas. Hal ini menjadikannya pilihan herbal yang populer bagi mereka yang mencari solusi alami untuk gangguan pernapasan.

Efek Anti-Inflamasi dan Pereda Nyeri

Tanaman ini memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat, menjadikannya bermanfaat untuk mengatasi kondisi seperti artritis, nyeri otot, dan gangguan peradangan lainnya. Selain itu, sifat analgesiknya juga membantu meredakan berbagai jenis nyeri, termasuk sakit kepala, kram menstruasi, dan nyeri sendi.

Mengatur Kesehatan Menstruasi

Dalam pengobatan tradisional, Euphorbia Hirta sering digunakan untuk membantu mengatur siklus menstruasi dan mengurangi kram menstruasi. Senyawa alami dalam tanaman ini dapat membantu menyeimbangkan fluktuasi hormon serta meredakan gejala umum yang terkait dengan menstruasi, sehingga memberikan kenyamanan dan dukungan bagi kesehatan wanita.

Meningkatkan Sistem Imun

Euphorbia Hirta mengandung senyawa bioaktif yang diyakini dapat mendukung sistem kekebalan tubuh. Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, temuan awal menunjukkan bahwa tanaman ini dapat membantu meningkatkan respons imun, memperkuat pertahanan alami tubuh terhadap infeksi.

Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tanaman ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan pencernaan, membantu meredakan masalah seperti diare dan ketidaknyamanan gastrointestinal. Sifat astringen dan antimikrobanya dapat menenangkan saluran pencernaan serta mendukung kesehatan usus yang lebih baik.


Cara Menggunakan Euphorbia Hirta

Teh Herbal Euphorbia Hirta

Bahan: Daun Euphorbia Hirta segar atau kering

Cara Membuat:

  1. Cuci bersih daun Euphorbia Hirta.
  2. Rebus dalam air selama 5-10 menit.
  3. Saring teh dan biarkan sedikit mendingin.
  4. Minum selagi hangat untuk mendukung kesehatan pernapasan dan pencernaan.

Aplikasi Topikal untuk Peradangan

  1. Tumbuk daun segar hingga menjadi pasta.
  2. Oleskan langsung pada area yang meradang atau iritasi kulit ringan.
  3. Tutup dengan kain bersih dan diamkan selama 20-30 menit sebelum dibilas.

Peringatan dan Pertimbangan Keamanan

Meskipun Euphorbia Hirta memiliki banyak manfaat kesehatan, penggunaannya harus dilakukan dengan bijak:

Konsultasi dengan Tenaga Medis: Selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan pengobatan herbal, terutama jika Anda memiliki kondisi medis atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Uji Alergi: Lakukan tes tempel sebelum penggunaan topikal secara luas untuk menghindari reaksi alergi.

Kehamilan dan Menyusui: Hindari penggunaan Euphorbia Hirta selama kehamilan dan menyusui karena data keamanannya masih terbatas.

Kesadaran Dosis: Gunakan sesuai dosis yang dianjurkan untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.



Euphorbia Hirta adalah tanaman herbal yang memiliki beragam manfaat kesehatan, mulai dari mendukung sistem pernapasan hingga meningkatkan daya tahan tubuh. Penggunaan tradisionalnya, yang kini semakin didukung oleh penelitian ilmiah, menjadikannya pilihan alami yang berharga dalam dunia pengobatan herbal. Dengan memperhatikan langkah-langkah keamanan dan berkonsultasi dengan tenaga medis, Anda dapat memanfaatkan potensi terapeutik Euphorbia Hirta secara optimal untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.





Meningkatkan Literasi di Semua Generasi: Kunci Kemajuan Bangsa



Oleh 

Dr.drh.Petrus Malo Bulu,MVSc


Di era modern yang penuh dengan informasi, literasi bukan lagi sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga keterampilan memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dengan bijak. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang memiliki tingkat literasi rendah, yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. Oleh karena itu, meningkatkan literasi di semua generasi adalah suatu keharusan yang tidak bisa ditunda.

Literasi yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing. Generasi muda yang memiliki kemampuan literasi tinggi akan lebih siap menghadapi dunia pendidikan dan tantangan di masa depan. Sementara itu, bagi generasi dewasa, literasi yang baik memungkinkan mereka untuk lebih produktif dalam pekerjaan, lebih kritis dalam memahami informasi, serta lebih bijak dalam mengambil keputusan, termasuk dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menentukan arah politik dan kebijakan sosial.

Selain itu, dalam era digital ini, literasi tidak hanya terbatas pada membaca buku atau artikel, tetapi juga mencakup literasi digital, finansial, dan media. Kemampuan memilah informasi yang valid dari hoaks, mengelola keuangan dengan baik, serta memahami perkembangan teknologi menjadi semakin krusial. Tanpa literasi yang cukup, seseorang bisa dengan mudah terjebak dalam misinformasi, masalah finansial, atau bahkan tertinggal dalam kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat.

Salah satu dampak nyata dari rendahnya literasi adalah meningkatnya konflik sosial, terutama yang berawal dari media sosial. Banyak pertengkaran atau perkelahian terjadi akibat kesalahpahaman informasi, provokasi, atau hoaks yang menyebar luas tanpa penyaringan. Masyarakat yang kurang memiliki literasi digital cenderung mudah terprovokasi oleh berita yang tidak akurat, yang pada akhirnya memicu perselisihan yang tidak perlu. Jika literasi media dan literasi digital ditingkatkan, masyarakat dapat lebih kritis dalam menyaring informasi dan menghindari konflik yang tidak berdasar.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa literasi memiliki beberapa level:

  1. Literasi Dasar – Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.
  2. Literasi Fungsional – Kemampuan menggunakan keterampilan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari, seperti memahami informasi di media, mengisi formulir, atau membaca petunjuk obat.
  3. Literasi Digital – Kemampuan memahami dan memanfaatkan informasi dari dunia digital secara bijak dan bertanggung jawab.
  4. Literasi Media – Kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menafsirkan pesan yang disampaikan melalui berbagai media, termasuk media sosial.
  5. Literasi Finansial – Kemampuan mengelola keuangan dengan baik, memahami investasi, dan menghindari jebakan finansial.

Tingkatan literasi menurut para ahli berbeda-beda tergantung pada perspektif yang digunakan. Berikut beberapa tingkatan literasi menurut para ahli yang sering dijadikan referensi:

1. UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization)

UNESCO mendefinisikan literasi sebagai kemampuan individu untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, menciptakan, mengomunikasikan, dan menghitung menggunakan materi cetak dan tertulis dalam berbagai konteks. Menurut UNESCO, literasi memiliki beberapa tingkatan, yaitu:

  • Literasi Dasar: Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang mendasar.
  • Literasi Fungsional: Kemampuan menerapkan keterampilan membaca dan menulis dalam kehidupan sehari-hari, seperti memahami dokumen resmi atau instruksi kerja.
  • Literasi Multipel: Kemampuan menggunakan berbagai bentuk literasi, seperti literasi digital, finansial, dan media.

2. A.G. Hughes dan E.H. Hughes

Menurut Hughes & Hughes, literasi memiliki beberapa tingkatan yang berkembang sesuai dengan pengalaman dan kebutuhan individu:

  • Literasi Mekanis: Kemampuan dasar membaca dan menulis tanpa memahami makna secara mendalam.
  • Literasi Analitis: Kemampuan memahami bacaan, menganalisis isi, dan menginterpretasikan informasi.
  • Literasi Kritis: Kemampuan mengevaluasi dan mengkritisi informasi, serta menggunakannya untuk pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

3. L. S. Vygotsky (Teori Perkembangan Kognitif)

Vygotsky mengaitkan literasi dengan perkembangan kognitif manusia melalui interaksi sosial. Ia menyatakan bahwa literasi berkembang dalam tiga tahap utama:

  • Tingkatan Sosial: Anak-anak belajar membaca dan menulis dari lingkungan sosial mereka, terutama melalui komunikasi dengan orang dewasa.
  • Tingkatan Psikologis: Kemampuan literasi mulai berkembang menjadi pemahaman mandiri yang lebih dalam.
  • Tingkatan Internalisasi: Literasi tidak hanya dipahami, tetapi juga digunakan untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah.

4. Donaldo Macedo dan Paulo Freire (Literasi Kritis)

Freire dan Macedo menekankan bahwa literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga memahami realitas sosial untuk melakukan perubahan. Mereka membagi literasi ke dalam dua tingkatan utama:

  • Literasi "Membaca Kata": Kemampuan membaca teks secara harfiah.
  • Literasi "Membaca Dunia": Kemampuan memahami dunia secara kritis, menghubungkan teks dengan konteks sosial, politik, dan ekonomi untuk melawan ketidakadilan.

5. OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) – PISA (Programme for International Student Assessment)

OECD melalui PISA mengkategorikan literasi dalam beberapa tingkatan berdasarkan kemampuan siswa dalam memahami teks:

  • Level 1: Memahami teks sederhana dengan informasi eksplisit.
  • Level 2: Mampu memahami teks dengan informasi implisit sederhana.
  • Level 3: Menganalisis dan memahami teks yang lebih kompleks.
  • Level 4: Mampu menarik kesimpulan dari berbagai informasi dan membuat keputusan berdasarkan pemahaman teks.
  • Level 5: Menggunakan pemahaman teks untuk berpikir kritis dan memecahkan masalah yang kompleks.

Pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan literasi di semua generasi. Program literasi harus diperluas, tidak hanya di sekolah tetapi juga melalui komunitas, media, dan platform digital. Membaca harus dijadikan budaya, bukan sekadar kewajiban akademik.

Pada akhirnya, literasi yang tinggi bukan hanya tentang individu yang lebih cerdas, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih maju, inovatif, dan harmonis. Jika kita ingin menciptakan masa depan yang lebih baik dan mengurangi konflik sosial, maka meningkatkan literasi di semua generasi adalah langkah pertama yang harus kita tempuh.

_______________________________________________________

Dr. drh. Petrus Malo Bulu, MVSc
(Doktor lulusan Murdoch University, Perth, Australia)

Share this